Bukan...

Selamat Malam.




Honestly, tidaklah semudah gambar beha, sulit untuk mengatakannya kepadamu. Memang cuma tiga kata, tapi sungguh membuat frustasi aku, say..

Oh ya, masih ingatkah engkau? saat pertama aku bertemu denganmu. Saat itu kau masih terlihat sangat lucu. ah, tentu saja sekarangpun masih seperti itu.. Seorang gadis, putri teman lama bunda. tersenyum cukup manis dengan rambut panjangnya.
Aku masih mengingatnya cukup jelas sampai hari ini.

Beberapa bulan kemudian. setelah kita sering nge-wall di fesbuk, Tunjungan Plaza mempertemukan kita disana. Well, sebuah pertemuan tanpa rencana, cukup menyenangkan (bagiku). Dapat bertemu denganmu lagi, melihat senyummu lagi dan menghabiskan detik bersamamu..

Ya, aku jatuh hati padamu saat itu ♥.

Setelah seharian nepe, ngonix sampai foto-foto di foodcourt, kedua bunda mengajak makan malam bersama kawan-kawannya, bukan? Untukku, itulah makan malam terbaik di halo surabaya, karna aku masih bisa melihat raut wajah manismu.

Mungkin langit yg mengijinkan aku mengenalmu, tapi kurasa bukan langit pula yg membuat kau begitu jauh sekarang. Mungkin karna kau telah menaruh hati pada teman sekomplekmu itu? Ya, mungkin karena itu.

Jujur aku patah saat itu. Namun, aku bukanlah siapa-siapamu, bukan?


Ya sayang, ini bukanlah puisi atau pantun A, B, A, B. bukan pula cerita tentang aku maupun engkau..

Ini hanyalah sepenggal perasaanku yg tak pernah terbalas (olehmu).
Benar, ini hanyalah itu. sayang....


Image and video hosting by TinyPic

0 komentar: (+add yours?)

Posting Komentar